Tampilkan postingan dengan label tapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tapi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 04 Februari 2014
Masih Muda Cantik Tapi Dijatuhi Hukuman Mati
18 Nov 2012
1. Xu Xiaomei

Dihukum mati kerana penganiayaan berat dan pembunuhan
2. Feng Cuiqiong

Ia dihukum mati pada usia 21 tahun. Kesnya adalah perdagangan dadah
3. Lai Xiangjian

Dihukum mati kerana membunuh suaminya sendiri
4. Tao Jing

Dieksekusi pada usia 20 tahun kerana membawa dadah untuk teman lelakinya
SUMBER
ReadFull Article ..
Kaum wanita, khususnya yang cantik dan berusia muda kerap diasosiasikan sebagai makhluk lemah. Tapi di China, banyak wanita cantik berusia muda yang menjadi penjahat kelas atas . Rasanya aneh...
Mereka dihukum mati kerana kejahatannya. Di China, hukum ditegakkan tanpa kenal kompromi. Dan inilah beberapa dari mereka yang muda dan cantik yang dihukum mati:
Mereka dihukum mati kerana kejahatannya. Di China, hukum ditegakkan tanpa kenal kompromi. Dan inilah beberapa dari mereka yang muda dan cantik yang dihukum mati:
1. Xu Xiaomei

Dihukum mati kerana penganiayaan berat dan pembunuhan
2. Feng Cuiqiong

Ia dihukum mati pada usia 21 tahun. Kesnya adalah perdagangan dadah
3. Lai Xiangjian

Dihukum mati kerana membunuh suaminya sendiri
4. Tao Jing

Dieksekusi pada usia 20 tahun kerana membawa dadah untuk teman lelakinya
SUMBER
Rabu, 01 Januari 2014
Video Ini Hanya 2 Saat – Tapi Ditonton 21 5 Juta Kali!

Penulis tidak kenal siapa wanita dalam klip ini dan mengapa ia ditonton sebanyak 21.5 juta kali sejak ia dimuat naik pada tahun 2007.
Yang ada hanyalah nama pada tajuk klip yakni Michelle Hunziker.
Michelle Hunziker adalah pelakon dan penyanyi keturunan Itali yang lahir di Switzerland.
Jadi…apa yang menyebabkan klip yang sebenar kurang dua saat itu begitu popular?
Apakah kerana ia menampakkan sebahagian buah dada artis Eropah berkenaan?
Atau ada sebab lain…
Pelik juga kan…
Oleh: AK-47
Senin, 02 Desember 2013
Tempe di Indonesia Makanan Murah tapi di Jerman Mewah
@ - Lain Jakarta - Lain padang, lain belalang. Semua bisa terbalik kalau membandingkan negeri sendiri dan negeri orang. Tempe boleh murah di Indonesia. Tapi di Jerman, harganya semahal daging ayam.

Di kota Berlin, Jerman, yang sangat multikultur, mencari makanan Asia bukan perkara sulit. Misalnya saja di kawasan Wedding, yang merupakan salah satu kantung daerah imigran yang didominasi berbagai bangsa di Asia.
Toko-toko Turki dan Asia lainnya menjual berbagai bahan makanan sehari-hari yang serupa dengan yang biasa para imigran kenal di kampung halamannya. Ini obat kangen untuk mereka.
Toko Vinh Loi di Seestrasse, adalah toko yang tiap hari ramai kedatangan pembeli. Mereka kebanyakan orang Asia yang mencari cabai keriting, bayam, sampai kacang panjang. Selain itu banyak juga orang Jerman yang gemar berburu makanan Asia.
Tempe pun dijual di toko milik orang Vietnam ini. Namun jangan bayangkan harga tempe semurah di Indonesia. Satu tempe ukuran batu bata 400gr dibandrol 1,79 Euro atau setara Rp 28.319. Harga tempe di Jerman juga nyaris sama dengan sekilo paha ayam yang dibandrol 1,99 Euro.
Wuih, tentu saja beda jauh dengan harga tempe di Indonesia. Namun kalau sudah kangen, tetap dibeli juga.
“Habis mau bagaimana lagi, kangen mau masak kering tempe,” kata Fitriani (27) mahasiswi Indonesia di Berlin.
Impor adalah salah satu faktor kenapa bahan makanan Asia harganya lebih mahal.
Namun ternyata, tempe di Jerman tidak diimpor dari Indonesia. Jerman sudah membuat sendiri tempe mereka dengan nama yang sama: Tempe.
Tempe dibuat oleh perusahan lokal Jerman yaitu Natural Vegetarian Food b.v. Rupanya, hari ini bukan batik khas Indonesia saja yang sudah diproduksi oleh perusahaan tekstil lokal di Cina.
( sumber : kaskus.us )
ReadFull Article ..

Di kota Berlin, Jerman, yang sangat multikultur, mencari makanan Asia bukan perkara sulit. Misalnya saja di kawasan Wedding, yang merupakan salah satu kantung daerah imigran yang didominasi berbagai bangsa di Asia.
Toko-toko Turki dan Asia lainnya menjual berbagai bahan makanan sehari-hari yang serupa dengan yang biasa para imigran kenal di kampung halamannya. Ini obat kangen untuk mereka.
Toko Vinh Loi di Seestrasse, adalah toko yang tiap hari ramai kedatangan pembeli. Mereka kebanyakan orang Asia yang mencari cabai keriting, bayam, sampai kacang panjang. Selain itu banyak juga orang Jerman yang gemar berburu makanan Asia.
Tempe pun dijual di toko milik orang Vietnam ini. Namun jangan bayangkan harga tempe semurah di Indonesia. Satu tempe ukuran batu bata 400gr dibandrol 1,79 Euro atau setara Rp 28.319. Harga tempe di Jerman juga nyaris sama dengan sekilo paha ayam yang dibandrol 1,99 Euro.
Wuih, tentu saja beda jauh dengan harga tempe di Indonesia. Namun kalau sudah kangen, tetap dibeli juga.
“Habis mau bagaimana lagi, kangen mau masak kering tempe,” kata Fitriani (27) mahasiswi Indonesia di Berlin.
Impor adalah salah satu faktor kenapa bahan makanan Asia harganya lebih mahal.
Namun ternyata, tempe di Jerman tidak diimpor dari Indonesia. Jerman sudah membuat sendiri tempe mereka dengan nama yang sama: Tempe.
Tempe dibuat oleh perusahan lokal Jerman yaitu Natural Vegetarian Food b.v. Rupanya, hari ini bukan batik khas Indonesia saja yang sudah diproduksi oleh perusahaan tekstil lokal di Cina.
( sumber : kaskus.us )
Langganan:
Postingan (Atom)