Tampilkan postingan dengan label sebelum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sebelum. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 31 Mei 2014
MISTERI SOSOK GHAIB SEBELUM MERAPI MELETUS
Dalam hari ini lastbacklink.blogspot.com akan membahas artikel tentang MISTERI SOSOK GHAIB SEBELUM MERAPI MELETUS. Semoga dengan berita MISTERI SOSOK GHAIB SEBELUM MERAPI MELETUS akan menambah wacana untuk anda pembaca setia lastbacklink.blogspot.com
Misteri Sosok Gaib Sebelum Letusan Merapi
Gunung Merapi. REUTERS/Beawiharta
Ponimin, 50-an tahun, memegang gepokan uang sebesar Rp 25 juta. Dari jumlah itu, Rp 15 juta diberikan isterinya untuk membayar hutang bisnis kayu yang ditekuninya selama ini. Sedangkan sisanya, Rp 10 juta baru saja akan dimasukkan ke tas ketika suara gemuruh tedengar dari Merapi.
Ponimin dan istrinya bangkit dari duduknya. Bukan untuk mengungsi. Ponimin bergegas menuju kebun untuk mengambil daun awar-awar dan dadap serep. Dua daun itu dipercaya bisa digunakan untuk tolak bala. Sedangkan istrinya, Yati, keluar rumah membaca ayat suci al Quran.
Saat itulah, Yati berkisah, dirinya dikejutkan kemunculan sosok misterius. "Tiba-tiba ada sosok tua berpakaian Jawa berdiri di depan saya. Orang itu mengatakan akan mengobrak-abrik keraton Yogya, cerita Yati kepada GKR Hemas yang menemuinya di rumah pengungsiannya di Dusun Ngenthak, Kelurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Kamis (28/10) siang.
Dengan sedikit gemetaran Yati pun mencegah keinginan sosok orang tua gaib itu. "Ojo (jangan), kata Yati.
Sosok orang tua dengan api menyala-nyala di belakangnya itu kemudian menghilang. Yati pun masuk ke dalam rumah karena dari atas Gunung Merapi ia melihat ada api yang meluncur ke bawah. Pun Ponimin. Keduanya pun berlindung di dalam rumahnya bersama anak-anaknya. Mereka bersembunyi di dalam kamar.
Hawa panas tiba-tiba menerjang disertai angin kencang dan debu. Di dalam rumah, keluarga ini masuk ke kamar dan berlindung di balik rukuh (mukena) milik Yati.
Kami selamat, meski api berkobar-kobar di sekeliling kami. Atap rumah beterbangan. Kaca-kaca jendela pecah, cerita Yati.
Setelah awan panas reda, mereka bergerak ke luar rumah. Namun tanah yang diinjak terasa panas. Mereka berhasil naik mobil di halaman rumah yang selamat dari amukan awan panas. Namun baru berjalan beberapa meter, ban mobil pecah karena meleleh. Mereka kembali masuk rumah.
Di dalam rumah mereka mengumpulkan tujuh bantal dan satu sajadah. Benda-benda itulah yang kemudian dijadikan jembatan untuk keluar dari rumah, menuju tempat aman.
Agak jauh dari rumah, mereka ditolong Tris, tetangganya yang juga selamat dan kemudian dilarikan ke RS Panti Nugroho di Pakem. Rukuh yang menyelamatkan nyawa Ponimin dan keluarganya itu kini disimpan. Sudah ada yang nawar Rp 40 juta. Namun tidak saya kasih, kata Yati.
Ponimin dan keluarga memilih kini mengungsi di rumah dokter Anna Ratih Wardhani di Dusun Ngenthak, Kelurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman hingga saat ini. Selama mengungsi, dokter Anna merawat luka bakar di telapak kaki Ponimin. Akibat kedua telapak kakinya yang melepuh, Ponimin hingga saat ini hanya bisa duduk dan berbaring di kasur.
Di pengungsian ini, Yati masih bertanya-tanya, siapa gerangan sosok orang tua misterius yang muncul sebelum Merapi mengamuk itu.
Dapatkan berita terupdate dan unik setiap saat hanya di lastbacklink.blogspot.com
Homepage|http://lastbacklink.blogspot.com
Kamis, 19 Desember 2013
Rambu Lalu Lintas Dikenal Sebelum Mobil Ditemukan

Selama berabad-abad, isu tentang pengaturan lalu lintas telah dikenal manusia. Menurut catatan kbrhorse.net, sebelum kendaraan bermesin ditemukan, aturan lalu lintas sudah diberlakukan. Polisi lalu lintas saat itu bertugas mengatur kereta berkuda serta pejalan kaki supaya aman dan nyaman. Petugas kepolisian menggunakan bendera putih dan peluit sebagai alatnya.
Lampu lalu lintas baru mulai dikenal tahun 1868. Saat itu memang kendaraan bermesin mulai berseliweran di jalanan. Untuk pertama kalinya, lampu lalu lintas di dunia ini terpasang di London dekat Gedung Parlemen. Cuma, saat itu lampunya cuma dua warna, yakni hijau dan merah. Dia dinyalakan saat hujan lebat, gelap, atau turun salju yang membuat jarak pandang sangat pendek.
Giliran mati dan menyalanya tidak teratur seperti lampu lalu lintas saat ini. Kedua lampu hanya berkedip-kedip. Lampu ini masih tetap dibantu alat untuk menggerakkan bendera sesuai simbol semaphore untuk mengatur lalu lintas.
Sayang, lampu ini meledak pada Januari 1869 dan melukai petugas polisi yang di dekatnya. Setelah itu, lampu lalu lintas tidak dipasang lagi. Barulah pada tahun 1909, Amerika Serikat mematenkan lampu lalu lintas ini dengan dilengkapi semaphore serta panah untuk mengarahkan arus lalu lintas.
Tahun 1912, polisi di Salt Lake City bernama Lester Wire memasang lampu dua warna dengan tenaga listrik. Dua tahun kemudian, hal yang sama dilakukan oleh American Traffic Signal Company, di Cleveland, Ohio.
Barulah pada tahun 1920, Polisi Lalu Lintas yang bertugas di Detroid, William Pots mendesain lampu lalu lintas dengan tiga warna. Ini kemudian dikenal sebagai dasar ditemukannya lampu lalu lintas modern yang kita kenal saat ini. Dia juga mendesain kotaknya sehingga lebih aman.
Warna yang dia tambahkan pada lampu lalu lintas adalah warna kuning. Penambahan warna kuning ini berpengaruh sangat signifikan bagi keselamatan para pengguna jalan. Warna kuning ini menjadi interval bagi pergantian dari warna hijau ke warna merah dan sebaliknya. Dari sinilah lahir lampu merah seperti kita kenal saat ini.
Langganan:
Postingan (Atom)